Cerita Tentang Jokowi dan Iriana Jokowi


Jokowi dan Iriana Jokowi
Cerita Tentang Jokowi dan Iriana Jokowi - Mendekati Pilpres, bulan Juli nanti, bahkan sudah dari Pileg 9 April kemarin, di jagad dunia maya terutama social media berkonsep Micro Blogging, Twitter, ramai sekali memperbincangkan (dan mungkin menyerang) calon Presiden (Capres) usungan PDIP, Joko Widodo atau yang lebih sering disebut dengan Jokowi.
Bahkan, ada serangan yang sangat frontal dengan mengatakan bahwa Jokowi adalah turunan China, dan yang paling frontal dengan membuat sebuah pemberitahuan bahwa Jokowi telah meninggal.
Rabu (7/5) malam, saya menonton Mata Najwa, yang menampilkan Jokowi dan wakil gubernurnya, Basuki T Purnama, a.k.a Ahok. Di acara tersebut, juga dibuat surprise dengan mendatangkan istri pasangan pimpinan DKI ini, Iriana Jokowi dan Veronica Tan.
Blog saya ini, bukanlah tentang acara mata najwa tersebut. Tapi acara semalam itu, membuat saya ingin menuliskan ini, terutama tentang Jokowi yang suka jadi bulan-bulanan di media sosial (dan bahkan media online dan cetak).
Saya mengetahui Jokowi semenjak dari dia menjabat Walikota Solo. Terutama ketika terjadi pertentangan antara dia dengan Gubernur Jawa Tengah kala itu, Bibit Waluyo. Kemudian akhirnya Jokowi didaulat untuk menjadi Calon Gubernur, dan kemudian terpilih. Sebuah rentang waktu yang sebenarnya tidak terlalu panjang. Setahunan mungkin. Soalnya mulai hangatnya dari 2011-2012.
Sesudah menjadi DKI 1, dan menempati “balai kota”, sudah beberapa kali Jokowi bertandang ke Kepulauan Seribu, yang merupakan tempat saya mengais rezeki, namun kesempatan bertemu belumlah terjadi.Akhirnya kesempatan itu datang, ketika Jokowi datang ke Kepulauan Seribu untuk melantik Asep Syarifudin di Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan.
Saya yang kerap mem-backup lurah Pulau Pari, Astawan Husen ketika itu, memang berada di Pulau Pari untuk persiapan pelantikan.Oh iya, sebelum bertemu dengan Jokowi, kira-kira tiga pekan sebelumnya (saya lupa persisnya karena sudah setahun lalu), Ibu Iriana Jokowi atau istrinya mengunjungi Pulau Pari dalam rangka lomba hatinya PKK. Saya juga ada di Pulau Pari (as you know lah).
Saya yang sedang mempersiapkan TKP lomba, sempat kaget, dan bilang :”itu Bu Gubernur?” Yang dijawab teman saya : “beneran Tom”. Saya pun bergumam, sederhana banget orangnya.Bener sekali, sederhana. Beliau kala itu hanya memakai baju batik dan tidak seperti ibu pejabat lainnya, yang biasa disisir sasak berjambul ala Syahrini, dan make up tebal, Bu Jokowi kali ini hanya mengikat rambutnya ke belakang, atau istilahnya dikuncir, dengan make up tipis.
Di Pulau Pari, Bu Jokowi juga tak segan-segan untuk mencicipi masakan ibu-ibu PKK di Pulau Pari. Tanpa di test food dulu bahkan. Beliau juga tidak malu-malu untuk naik odong-odong, atau sepeda motor yang memiliki bak terbuka dibelakang, dengan ibu-ibu PKK. WOW.
Sepanjang perjalanan, ajudan ibu Jokowi berada jauh, dan tidak menempel. Mereka naik sepeda di belakang odong-odong yang ditumpangi Bu Iriana. Setiap bertemu anak kecil, dia berhenti dan membagikan buku tulis. Saya kaget dan kembali berpikir, wah ini tulus banget, dan sangat humble ibu ini.
Iriana Jokowi membagikan buku kepada anak-anak di Pulau Pari foto dari Wisata Pulau Seribu
Ketika makan siang di pantai pasir perawan, Ibu Iriana juga tidak mau protokoler. Beliau makan berbaur dengan ibu-ibu PKK dan bahkan makan di bawah pohon, karena panitia lomba tidak menyediakan tenda VIP ber-AC. Saya sempat berbincang dengan ajudan Ibu Iriana yang merupakan alumni STPDN. Ajudan yang merupakan seorang wanita, hanya bilang : “ibu minta supaya tidak dekat-dekat”. Semakin wow saja.

Kembali ke Jokowi lagi.
Saya yang sudah berada di lokasi pelantikan Bupati di pantai pasir perawan, setelah mengetahui Jokowi sudah tiba di dermaga, langsung berlari menuju ke dermaga. Karena sudah berjalan dari dermaga ke pantai pasir perawan, saya bertemu di tengah perjalanan. Sepanjang perjalanan Jokowi menyapa warga dengan kata-kata Assalamualaikum, dan tentunya dijawab oleh warga. Jokowi tetap menyapa dan tersenyum kepada warga Kepulauan Seribu, meski di wilayah paling bontot di DKI Jakarta ini, ketika Pilgub, Jokowi kalah dari pesaingnya, Fauzy Bowo alias Foke.
Jokowi di Pulau Pari, foto tempo.co
Jokowi di Pulau Pari, foto tempo.co
Sesampai di lokasi pelantikan, beliau langsung naik panggung dan melantik Bupati dan memberikan kata sambutan. Tidak ada tenda tertutup, tidak ada AC atau kipas angin di panggung pelantikan. Bahkan usai pelantikan dan berkoordinasi dengan para lurah, Bupati Kepulauan Seribu bilang :
 “bapak ini memang berbeda. Dia tidak peduli keringat mengucur di dahinya dan kepanasan, dia tetap melantik. Benar-benar beda”
Setelah melantik, Jokowi turun dari panggung dan membuka jas dan dasinya. Dia kemudian pergi ke pinggir pantai dan diwawancarai. So pasti beliau juga menikmati suasana pantai. Makan juga beliau tidak terlalu protokoler. Dia bahkan duduk hanya di saung saung yang ada di Pantai Pasir Perawan Pulau Pari. Sekali lagi, tanpa tenda VIP dan Kipas Angin atau tenda. Sembari makan, beliau ngobrol akrab dengan beberapa pejabat yang ikut di acara tersebut.
Jokowi makan di Pantai Pasir Perawan, foto dari facebook Grace Mangundap

Ketika hendak balik ke daratan utama Jakarta, Jokowi sempat mampir di sekolah yang ada di Pulau Pari. Tak terkesan sekali pencitraan beliau, atau beliau melakukan pencitraan. Dia melakukannya secara alamiah dan terjadi begitu saja. Bahkan uniknya, Satpol PP Kepulauan Seribu dan yang mengawalnya dari Jakarta, tidak memakai seragam Satpol PP. Mereka berpakaian seperti warga biasa dan hanya mengawal agar warga tidak mengerubuti.
Saya ingat, malam sebelum pelantikan, seorang Satpol PP melapor kepada lurah, yang merupakan teman saya. Mereka bilang, besok mereka tidak akan memakai seragam sesuai perintah dari atasan mereka dan juga karena permintaan dari Gubernur. Ajudan Jokowi juga waktu itu, tidak menempel dengan beliau. Pak Jokowi juga membagi-bagikan buku kepada anak-anak.
Tulisan ini saya buat apa adanya. Karena saya melihat langsung ketika Ibu Iriana dan Pak Jokowi berkunjung ke Kepulauan Seribu. Tidak ada pencitraan dalam diri mereka dalam kacamata saya. Semua berlangsung alami. Dan itu yang membuat saya kagum.
sumber:  bacirita.com/2014/05/08/jokowi-dan-iriana-jokowi/



Update terbaru mengenai Cerita Tentang Jokowi dan Iriana Jokowi akan semakin melengkapi koleksi gambar animasi bergerak meme lucu emo yang keren dan bikin gemes kamu. Ditunggu selalu kunjungannya ke Blog Kumpulan Gambar Baru, karena akan ada gambar terbaru anime Korea cewek cantik yang imut dan gambar couple romantis. Silahkan menyimpan foto atau gambar yang kamu inginkan dengan klik kanan di atas gambar dan pilih 'save image as' atau 'simpan gambar sebagai' kemudian pilih folder di komputer Anda.

Tinggalkan Komentar: